BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Produktivitas
merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan suatu industri atau
perusahaan dalam persaingan dunia usaha yang semakin ketat. Tingkat
produktivitas yang dicapai merupakan indikator seberapa efisien perusahaan
dalam mengkombinasikan sumber daya ekonomisnya saat ini. Produktivitas mengikutsertakan pendayagunaan secara terpadu sumber daya
manusia dan keterampilan, barang modal teknologi, manajemen, informasi, energi,
dan sumber-sumber lain menuju kepada pengembangan dan peningkatan standar hidup
untuk seluruh masyarakat, melalui konsep produktivitas semesta total.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan produktivitas?
2. Bagaimana cara mengukur produktivitas ?
3. Apakah factor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja?
4. Bagaimanakaha cara meningkatkan produktivitas
1.3 Tujuan Penulisan
1. Memahami konsep produktivitas secara keseluruhan
2. Mengetahui cara mengukur produktivitas kerja
3. Mengetahui faktor-faktor yang memperngaruhi produktivitas kerja.
4. Mengetahui bagaimana cara untuk meningkatkan produktivitas.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Definisi Produktivitas
Produktivitas
mengandung arti sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan
keseluruhan sumber daya yang digunakan (input). Dengan kata lain bahwa
produktivitas memliliki dua dimensi. Dimensi pertama adalah efektivitas yang
mengarah kepada pencapaian target berkaitan dengan kuaitas, kuantitas dan
waktu. Yang kedua yaitu efisiensi yang berkaitan dengan upaya membandingkan
input dengan realisasi penggunaannya atau bagaimana pekerjaan tersebut
dilaksanakan.
2.2 Konsep Produktivitas
Sedangkan
konsep produktivitas dijelaskan oleh Ravianto (1989: 18) sebagai berikut:
1.
Produktivitas
adalah konsep universal, dimaksudkan untuk menyediakan semakin banyak barang
dan jasa untuk semakin banyak orang dengan menggunakan sedikit sumber daya.
2.
Produktivitas
berdasarkan atas pendekatan multidisiplin yang secara efektif merumuskan tujuan
rencana pembangunan dan pelaksanaan cara-cara produktif dengan menggunakan
sumber daya secara efektif dan efisien namun tetap menjaga kualitas.
3.
Produktivitas
terpadu menggunakan keterampilan modal, teknologi manajemen, informasi, energi,
dan sumber daya lainnya untuk mutu kehidupan yang mantap bagi manusia melalui
konsep produktivitas secara menyeluruh.
4.
Produktivitas
berbeda di masing-masing negara dengan kondisi, potensi, dan kekurangan serta
harapan yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan dalam jangka panjang dan
pendek, namun masing-masing negara mempunyai kesamaan dalam pelaksanaan
pendidikan dan komunikasi.
5.
Produktivitas
lebih dari sekedar ilmu teknologi dan teknik manajemen akan tetapi juga
mengandung filosofi dan sikap mendasar pada motivasi yang kuat untuk terus
menerus berusaha mencapai mutu kehidupan yang baik.
2.3 Mengukur
Produktivitas
Secara
umum produktivitas dapat diukur dengan rumus:
Produktivitas
= Output / Input
Dari rumus tersebut dapat disimpulkan bahwa perbaikan produktivitas (productivity improvement atau PI) hanya akan terjadi jika:
v Output
naik dan input turun
v Output
naik dan input tetap
v Output
naik dan input naik dengan kenaikan output lebih besar dari kenaikan input
v Output
tetap dan input turun
v Output
turun dan input turun dengan penurunan input lebih besar dari penurunan output
Selain
itu bisa digambarkan jika:
v P
< 1, maka disebut less productivity
v P
= 1, maka disebut equally productive
v P
> 1, maka disebut high prodcutivity
2.3.1
Metode-Metode Pokok Pengukuran Produktivitas
Secara umum pengukuran produktivitas berarti perbandingan yang dapat
dibedakan dalam tiga jenis yang sangat berbeda:
1. Perbandingan-perbandingan antara pelaksanaan sekarang dengan pelaksanaan
secara historis yang tidak menunjukkan apakah pelaksanaan sekarang ini
memuaskan, namun hanya mengetengahkan apakah meningkat atau berkurang serta
tingkatannya.
2. Perbandingan pelakasanaan antara satu unit (perorangan tugas, seksi,
proses) dengan lainnya. Pengukuran seperti itu menunjukkan pencapaian relatif.
3. Perbandingan pelaksanaan sekarang dengan targetnya, dan inilah yang terbaik
sebagai memusatkan perhatian pada sasaran/tujuan.
Untuk menyusun perbandingan-perbandingan ini perlulah mempertimbangkan
tingkatan daftar susunan dan perbandingan pengukuran produktivitas. Paling
sedikit ada 2 jenis tingkat perbandingan yang berbeda, yakni produktivitas
total dan produktivitas parsial.
1. Produktivitas Total adalah
perbandingan antara total keluaran (output) dengan total masukan (input)
persatuan waktu. Dalam penghitungan produktivitas total semua faktor masukan
(tenaga kerja, kapital, bahan, energi) tehadap total keluaran harus
diperhitungkan.
Prouktivitas Total
= Output Agregat / Input Agregat
2. Produktivitas parsial adalah
perbandingan dari keluaran dengan satu jenis masukan atau input
persatuan waktu, seperti upah tenaga kerja, kapital, bahan, energi, beban
kerja, dll.
Prouktivitas Parsial = Output / Biaya Tenaga kerja
2.4
Peningkatan
Produktivitas Kerja
Produktivitas
kerja adalah kemampuan mesin atau seorang pekerja yang mencakup sikap mental,
yang memasukkan pandangan—segala yang dikerjakan akan lebih baik jika terus
dilakukan—ke dalam pekerjaannya. Mesin dapat dikatakan produktif apabila
produksi terus berjalan, begitu juga dengan karyawan. Seorang karyawan dapat
dikatakan produktif apabila mampu bekerja secara konsisten dan menghasilkan
kinerja yang baik, bahkan terus diusahakan lebih baik lagi.
Dalam
proses produksi, selain bahan baku dan tenaga kerja, produktivitas yang tinggi
dalam suatu perusahaan disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini:
v Pendidikan
v Keterampilan
v Sikap
dan etika kerja
v Tingkat
penghasilan
v Jaminan
sosial
v Tingkat
sosial dan iklim kerja
v Motivasi
v Gizi
dan kesehatan
v Hubungan
antarindividu
v Teknologi
Semua
hal di atas berpengaruh dalam proses produksi. Adapun program-program
peningkatan produktivitas kerja yang cukup penting, sebaiknya perusahaan
melakukan hal ini:
1.
Pemberian
insentif
Program
peningkatan produktivitas kerja dapat ditandai dengan adanya pemberian
tunjangan kepada para pegawai yang mempunyai prestasi kerja yang tinggi.
Pemberian ini didasarkan pada sikap kerja yang produktif dan mau terus belajar.
2.
Kepuasan
kerja
Persoalan
peningkatan kepuasan kerja merupakan hal yang kompleks untuk dijawab. Kita
tidak bisa menilai produktivitas kerja seseorang dari puas tidaknya dia
melakukan pekerjaan. Hal ini berpengaruh terhadap mesin dan proses produksi.
Diperlukan penyusunan kembali yang menyangkut penggandaan pekerjaan dan
perluasan tenaga kerja, supaya hasil yang dicapai bisa terus meningkat, dan
tidak mudah cepat merasa puas dengan hasil pekerjaan. Sebab terkadang kepuasan
tidak membuat kerja menjadi produktif, bahkan justru bisa menyebabkan
kemunduran.
3.
Melakukan
pengawasan
Pengawasan
terdiri dari pengawasan atasan langsung dan sistem pengendalian
manajemen. Dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja pegawai, maka pengawasan
atasan langsung dan sistem pengendalian manajemen harus dapat dilaksanakan
secara intensif pada suatu organisasi atau perusahaan, supaya pelaksanaan
pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai serta lancarnya kegiatan organisasi dapat
segera diketahui, sehingga bila terjadi penyimpangan dari tujuan yang
ditentukan, maka akan segera diketahui dengan tindakan perbaikan.
2.5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja
Banyaknya
faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja, baik yang berhubungan tenaga
kerja maupun yang berhubungan dengan lingkungan perusahaan dan kebijaksanaan
pemerintah secara keseluruhan.
Menurut
balai pengembangan produktivitas daerah yang dikutip oleh Soedarmayanti bahwa
ada enam faktor utama yang menentukan produktivitas tenaga kerja, adalah :
1.
Sikap kerja,
seperti : kesediaan untuk bekerja secara bergiliran (shift work) dapat
menerima tambahan tugas dan bekerja dalam suatu tim
2.
Tingkat
keterampilan yang ditentukan oleh pendidikan latihan dalam manajemen supervise
serta keterampilan dalam tehnik industri
3.
Hubungan
tenaga kerja dan pimpinan organisasi yang tercermin dalam usaha bersama antara
pimpinan organisasi dan tenaga kerja untuk meningkatkan produktivitas melalui
lingkaran pengawasan mutu (Quality control circles)
4.
Manajemen produktivitas,
yaitu : manajemen yang efesien mengenai sumber dan sistem kerja untuk mencapai
peningkatan produktivitas
5.
Efesiensi
tenaga kerja, seperti : perencanaan tenaga kerja dan tambahan tugas.
6.
Kewiraswastaan,
yang tercermin dalam pengambilan resiko, kreativitas dalam berusaha, dan berada
dalam jalur yang benar dalam berusaha’
Disamping
hal tersebut terdapat pula berbagai faktor yang mempengaruhi produktivitas
kerja, diantaranya adalah :
v Sikap mental,
berupa :
· Motivasi
kerja
· Disiplin
kerja
· Etika
kerja
v Pendidikan
Pada
umumnya orang yang memiliki pendidikan lebih tinggi akan mempunyai wawasan yang
lebih luas terutama penghayatan akan arti pentingya produktivitas dapat
mendorong pegawai yang bersangkutan melakukan tindakan yang produktif
v Keterampilan
Pada
aspek tertentu apabila pegawai semakin terampil, maka akan lebih mampu bekerja
serta menggunakan fasilitas kerja dengan baik. Pegawai akan lebih menjadi
terampil apabila mempunyai kecakapan (Ability) dan
pengalaman (Experience) yang cukup.
v Manajemen
Pengertian
manajemen ini berkaitan dengan sistem yang dikaitkan oleh pimpinan untuk
mengelola ataupun memimpin serta mengendalikan staf/bawahannya. Apabila
manajemennya tepat akan menimbulkan semangat yang lebih tinggi sehingga dapat
mendorong pegawai untuk melakukan tindakan yang produktif.
v Hubungan
industrial pancasila
Dengan
penerapan hubungan industrial pancasila, maka akan :
1.
Menciptakan
ketenangan kerja dan memberikan motivasi kerja secara produktif sehingga
produktifitas meningkat.
2.
Menciptakan
hubungan kerja yang serasi dinamis sehingga menumbuhkan partisipasi dalam usaha
meningkatkan produktivitas.
3.
Menciptakan
harkat dan martabat pegawai sehingga mendorong diwujudkannya jiwa yang
berdedikasi dalam upaya peningkatan produktivitas.
v Tingkat
penghasilan
Apabila
tingkat penghasilan memadai maka dapat menimbulkan konsentrasi kerja dan
kemampuan yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas.
v Jaminan
sosial
Jaminan
sosial yang diberikan oleh suatu organisasi kepada pegawainya dimaksudkan untuk
menigkatkan pengabdian dan semangat kerja. Apabila jaminan sosial pegawai
mencukupi maka akan dapat menimbulkan kesenangan bekerja. Sehingga mendorong
pemanfaatan kemampuan yang dimiliki untuk meningkatkan produktivitas kerja.
v Lingkungan
dan iklim kerja
Lingkungan
dan iklim yang kerja yang baik akan mendorong pegawai akan senang bekerja dan
meningkatkan rasa tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik
menuju kearah peningkatan produktivitas.
v Sarana
produksi
Mutu
sarana produksi sangat berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas. Apabila
sarana produksi yang digunakan tidak baik kadang-kadang dapat menimbulkan
pemborosan bahan yang dipakai.
v Teknologi
Apabila
teknologi yang dipakai tepat dan tingkatannya maka akan memungkinkan
1.
Tepat waktu
dalam penyelesaian proses produksi
2.
Jumlah
produksi yang dihasilkan lebih banyak dan bermutu
3.
Memperkecil
terjadinya pemborosan bahan sisa
Dengan
memperhatikan hal termaksud, maka penerapan teknologi dapat mendukung
peningkatan produktivitas.
v Kesempatan
berprestasi
Pegawai
yang bekerja tentu mengharapkan peningkatan karir atau pengembangan potensi
yang pribadi yang nantinya akan bermanfaat baik bagi dirinya maupun bagi
organisasi. Apabila terbuka kesempatan untuk berprestasi, maka akan menimbulkan
psikologis untuk meningkatkan dedikasi serta pemanfaatan potensi yang dimiliki
untuk meningkatkan produktivitas kerja
BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Produktivitas
merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan suatu industri atau
perusahaan dalam persaingan dunia usaha yang semakin ketat. Secara umum
produktivitas dapat diukur dengan rumus: Produktivitas = Output / Input. Metode pokok pengukuran produktivitas dibagi 2 yakni, produktivitas total
dan produktivitas parsial. Salah satu factor yang mempengaruhi produktivitas
kerja adalah Sikap kerja, seperti :
kesediaan untuk bekerja secara bergiliran (shift work) dapat menerima
tambahan tugas dan bekerja dalam suatu tim dan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan
pemberian intensif, program peningkatan
produktivitas kerja dapat ditandai dengan adanya pemberian tunjangan kepada
para pegawai yang mempunyai prestasi kerja yang tinggi. Pemberian ini
didasarkan pada sikap kerja yang produktif dan mau terus belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar