Senin, 26 September 2016

Tugas ASP (Produktivitas)

BAB I
PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang
Produktivitas merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan suatu industri atau perusahaan dalam persaingan dunia usaha yang semakin ketat. Tingkat produktivitas yang dicapai merupakan indikator seberapa efisien perusahaan dalam mengkombinasikan sumber daya ekonomisnya saat ini. Produktivitas mengikutsertakan pendayagunaan secara terpadu sumber daya manusia dan keterampilan, barang modal teknologi, manajemen, informasi, energi, dan sumber-sumber lain menuju kepada pengembangan dan peningkatan standar hidup untuk seluruh masyarakat, melalui konsep produktivitas semesta total.

1.2       Rumusan Masalah
1.   Apa yang dimaksud dengan produktivitas?
2.   Bagaimana cara mengukur produktivitas ?
3.   Apakah factor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja?
4.   Bagaimanakaha cara meningkatkan produktivitas

1.3       Tujuan Penulisan
1.   Memahami konsep produktivitas secara keseluruhan
2.   Mengetahui cara mengukur produktivitas kerja
3.   Mengetahui faktor-faktor yang memperngaruhi produktivitas kerja.
4.   Mengetahui bagaimana cara untuk meningkatkan produktivitas.













BAB II
LANDASAN TEORI


2.1    Definisi Produktivitas
Produktivitas mengandung arti sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input). Dengan kata lain bahwa produktivitas memliliki dua dimensi. Dimensi pertama adalah efektivitas yang mengarah kepada pencapaian target berkaitan dengan kuaitas, kuantitas dan waktu. Yang kedua yaitu efisiensi yang berkaitan dengan upaya membandingkan input dengan realisasi penggunaannya atau bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.

2.2    Konsep Produktivitas
Sedangkan konsep produktivitas dijelaskan oleh Ravianto (1989: 18) sebagai berikut:
1.   Produktivitas adalah konsep universal, dimaksudkan untuk menyediakan semakin banyak barang dan jasa untuk semakin banyak orang dengan menggunakan sedikit sumber daya.
2.   Produktivitas berdasarkan atas pendekatan multidisiplin yang secara efektif merumuskan tujuan rencana pembangunan dan pelaksanaan cara-cara produktif dengan menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien namun tetap menjaga kualitas.
3.   Produktivitas terpadu menggunakan keterampilan modal, teknologi manajemen, informasi, energi, dan sumber daya lainnya untuk mutu kehidupan yang mantap bagi manusia melalui konsep produktivitas secara menyeluruh.
4.   Produktivitas berbeda di masing-masing negara dengan kondisi, potensi, dan kekurangan serta harapan yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan dalam jangka panjang dan pendek, namun masing-masing negara mempunyai kesamaan dalam pelaksanaan pendidikan dan komunikasi.
5.   Produktivitas lebih dari sekedar ilmu teknologi dan teknik manajemen akan tetapi juga mengandung filosofi dan sikap mendasar pada motivasi yang kuat untuk terus menerus berusaha mencapai mutu kehidupan yang baik.





2.3 Mengukur Produktivitas
Secara umum produktivitas dapat diukur dengan rumus:

Produktivitas = Output / Input

Dari rumus tersebut dapat disimpulkan bahwa perbaikan produktivitas (productivity improvement atau PI) hanya akan terjadi jika:
v  Output naik dan input turun
v  Output naik dan input tetap
v  Output naik dan input naik dengan kenaikan output lebih besar dari kenaikan input
v  Output tetap dan input turun
v  Output turun dan input turun dengan penurunan input lebih besar dari penurunan output
Selain itu bisa digambarkan jika:
v  P < 1, maka disebut less productivity
v  P = 1, maka disebut equally productive
v  P > 1, maka disebut high prodcutivity

2.3.1 Metode-Metode Pokok Pengukuran Produktivitas
Secara umum pengukuran produktivitas berarti perbandingan yang dapat dibedakan dalam tiga jenis yang sangat berbeda:
1.      Perbandingan-perbandingan antara pelaksanaan sekarang dengan pelaksanaan secara historis yang tidak menunjukkan apakah pelaksanaan sekarang ini memuaskan, namun hanya mengetengahkan apakah meningkat atau berkurang serta tingkatannya.
2.      Perbandingan pelakasanaan antara satu unit (perorangan tugas, seksi, proses) dengan lainnya. Pengukuran seperti itu menunjukkan pencapaian relatif.
3.      Perbandingan pelaksanaan sekarang dengan targetnya, dan inilah yang terbaik sebagai memusatkan perhatian pada sasaran/tujuan.

Untuk menyusun perbandingan-perbandingan ini perlulah mempertimbangkan tingkatan daftar susunan dan perbandingan pengukuran produktivitas. Paling sedikit ada 2 jenis tingkat perbandingan yang berbeda, yakni produktivitas total dan produktivitas parsial.


1.   Produktivitas Total adalah perbandingan antara total keluaran (output) dengan total masukan (input) persatuan waktu. Dalam penghitungan produktivitas total semua faktor masukan (tenaga kerja, kapital, bahan, energi) tehadap total keluaran harus diperhitungkan.
          Prouktivitas Total = Output Agregat / Input Agregat
2.   Produktivitas parsial adalah perbandingan dari keluaran dengan satu jenis   masukan atau input persatuan waktu, seperti upah tenaga kerja, kapital, bahan, energi, beban kerja, dll.  
Prouktivitas Parsial = Output / Biaya Tenaga kerja

2.4    Peningkatan Produktivitas Kerja
Produktivitas kerja adalah kemampuan mesin atau seorang pekerja yang mencakup sikap mental, yang memasukkan pandangan—segala yang dikerjakan akan lebih baik jika terus dilakukan—ke dalam pekerjaannya. Mesin dapat dikatakan produktif apabila produksi terus berjalan, begitu juga dengan karyawan. Seorang karyawan dapat dikatakan produktif apabila mampu bekerja secara konsisten dan menghasilkan kinerja yang baik, bahkan terus diusahakan lebih baik lagi.
Dalam proses produksi, selain bahan baku dan tenaga kerja, produktivitas yang tinggi dalam suatu perusahaan disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini:
v  Pendidikan
v  Keterampilan
v  Sikap dan etika kerja
v  Tingkat penghasilan
v  Jaminan sosial
v  Tingkat sosial dan iklim kerja
v  Motivasi
v  Gizi dan kesehatan
v  Hubungan antarindividu
v  Teknologi
Semua hal di atas berpengaruh dalam proses produksi. Adapun program-program peningkatan produktivitas kerja yang cukup penting, sebaiknya perusahaan melakukan hal ini:
1.   Pemberian insentif
Program peningkatan produktivitas kerja dapat ditandai dengan adanya pemberian tunjangan kepada para pegawai yang mempunyai prestasi kerja yang tinggi.  Pemberian ini didasarkan pada sikap kerja yang produktif dan mau terus belajar.
2.   Kepuasan kerja
Persoalan peningkatan kepuasan kerja merupakan hal yang kompleks untuk dijawab. Kita tidak bisa menilai produktivitas kerja seseorang dari puas tidaknya dia melakukan pekerjaan. Hal ini berpengaruh terhadap mesin dan proses produksi. Diperlukan penyusunan kembali yang menyangkut penggandaan pekerjaan dan perluasan tenaga kerja, supaya hasil yang dicapai bisa terus meningkat, dan tidak mudah cepat merasa puas dengan hasil pekerjaan. Sebab terkadang kepuasan tidak membuat kerja menjadi produktif, bahkan justru bisa menyebabkan kemunduran.
3.   Melakukan pengawasan
Pengawasan terdiri dari pengawasan atasan langsung dan sistem pengendalian manajemen.  Dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja pegawai, maka pengawasan atasan langsung dan sistem pengendalian manajemen harus dapat dilaksanakan secara intensif pada suatu organisasi atau perusahaan, supaya pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai serta lancarnya kegiatan organisasi dapat segera diketahui, sehingga bila terjadi penyimpangan dari tujuan yang ditentukan, maka akan segera diketahui dengan tindakan perbaikan.

2.5 Faktor-Faktor yang  Mempengaruhi Produktivitas Kerja
Banyaknya faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja, baik yang berhubungan tenaga kerja maupun yang berhubungan dengan lingkungan perusahaan dan kebijaksanaan pemerintah secara keseluruhan.
Menurut balai pengembangan produktivitas daerah yang dikutip oleh Soedarmayanti bahwa ada enam faktor utama yang menentukan produktivitas tenaga kerja, adalah :
1.   Sikap kerja, seperti : kesediaan untuk bekerja secara bergiliran (shift work) dapat menerima tambahan tugas dan bekerja dalam suatu tim
2.   Tingkat keterampilan yang ditentukan oleh pendidikan latihan dalam manajemen supervise serta keterampilan dalam tehnik industri
3.   Hubungan tenaga kerja dan pimpinan organisasi yang tercermin dalam usaha bersama antara pimpinan organisasi dan tenaga kerja untuk meningkatkan produktivitas melalui lingkaran pengawasan mutu (Quality control circles)
4.   Manajemen produktivitas, yaitu : manajemen yang efesien mengenai sumber dan sistem kerja untuk mencapai peningkatan produktivitas
5.   Efesiensi tenaga kerja, seperti : perencanaan tenaga kerja dan tambahan tugas.
6.   Kewiraswastaan, yang tercermin dalam pengambilan resiko, kreativitas dalam berusaha, dan berada dalam jalur yang benar dalam berusaha’
Disamping hal tersebut terdapat pula berbagai faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja, diantaranya adalah :

v  Sikap mental, berupa :
·   Motivasi kerja
·   Disiplin kerja
·   Etika kerja
v  Pendidikan
Pada umumnya orang yang memiliki pendidikan lebih tinggi akan mempunyai wawasan yang lebih luas terutama penghayatan akan arti pentingya produktivitas dapat mendorong pegawai yang bersangkutan melakukan tindakan yang produktif
v  Keterampilan
Pada aspek tertentu apabila pegawai semakin terampil, maka akan lebih mampu bekerja serta menggunakan fasilitas kerja dengan baik. Pegawai akan lebih menjadi terampil apabila mempunyai kecakapan (Ability) dan pengalaman (Experience) yang cukup.
v  Manajemen
Pengertian manajemen ini berkaitan dengan sistem yang dikaitkan oleh pimpinan untuk mengelola ataupun memimpin serta mengendalikan staf/bawahannya. Apabila manajemennya tepat akan menimbulkan semangat yang lebih tinggi sehingga dapat mendorong pegawai untuk melakukan tindakan yang produktif.
v  Hubungan industrial pancasila
Dengan penerapan hubungan industrial pancasila, maka akan :
1.   Menciptakan ketenangan kerja dan memberikan motivasi kerja secara produktif sehingga produktifitas meningkat.
2.   Menciptakan hubungan kerja yang serasi dinamis sehingga menumbuhkan partisipasi dalam usaha meningkatkan produktivitas.
3.   Menciptakan harkat dan martabat pegawai sehingga mendorong diwujudkannya jiwa yang berdedikasi dalam upaya peningkatan produktivitas.
v  Tingkat penghasilan
Apabila tingkat penghasilan memadai maka dapat menimbulkan konsentrasi kerja dan kemampuan yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas.
v  Jaminan sosial
Jaminan sosial yang diberikan oleh suatu organisasi kepada pegawainya dimaksudkan untuk menigkatkan pengabdian dan semangat kerja. Apabila jaminan sosial pegawai mencukupi maka akan dapat menimbulkan kesenangan bekerja. Sehingga mendorong pemanfaatan kemampuan yang dimiliki untuk meningkatkan produktivitas kerja.
v  Lingkungan dan iklim kerja
Lingkungan dan iklim yang kerja yang baik akan mendorong pegawai akan senang bekerja dan meningkatkan rasa tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik menuju kearah peningkatan produktivitas.
v  Sarana produksi
Mutu sarana produksi sangat berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas. Apabila sarana produksi yang digunakan tidak baik kadang-kadang dapat menimbulkan pemborosan bahan yang dipakai.
v  Teknologi
Apabila teknologi yang dipakai tepat dan tingkatannya maka akan memungkinkan
1.   Tepat waktu dalam penyelesaian proses produksi
2.   Jumlah produksi yang dihasilkan lebih banyak dan bermutu
3.   Memperkecil terjadinya pemborosan bahan sisa
Dengan memperhatikan hal termaksud, maka penerapan teknologi dapat mendukung peningkatan produktivitas.
v  Kesempatan berprestasi
Pegawai yang bekerja tentu mengharapkan peningkatan karir atau pengembangan potensi yang pribadi yang nantinya akan bermanfaat baik bagi dirinya maupun bagi organisasi. Apabila terbuka kesempatan untuk berprestasi, maka akan menimbulkan psikologis untuk meningkatkan dedikasi serta pemanfaatan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan produktivitas kerja





BAB III
KESIMPULAN

3.1       Kesimpulan
Produktivitas merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan suatu industri atau perusahaan dalam persaingan dunia usaha yang semakin ketat. Secara umum produktivitas dapat diukur dengan rumus:        Produktivitas = Output / Input. Metode pokok pengukuran produktivitas dibagi 2 yakni, produktivitas total dan produktivitas parsial. Salah satu factor yang mempengaruhi produktivitas kerja adalah Sikap kerja, seperti : kesediaan untuk bekerja secara bergiliran (shift work) dapat menerima tambahan tugas dan bekerja dalam suatu tim dan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan pemberian intensif, program peningkatan produktivitas kerja dapat ditandai dengan adanya pemberian tunjangan kepada para pegawai yang mempunyai prestasi kerja yang tinggi.  Pemberian ini didasarkan pada sikap kerja yang produktif dan mau terus belajar.













DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar